Senin, 04 September 2017

Meresapi Makna Puisi Kahlil Gibran


Pasti anda juga sudah sering mendengar atau membaca puisi Kahlil Gibran yang begitu dalam dan menyentuh. Sebagai seorang sastrawan, Kahlil Gibran bahkan bisa membuat berbagai puisi fenomenal. Terkadang meskipun kata-kata yang digunakan cukup sederhana, tetapi makna yang disampaikan begitu luar biasa dan luas.

Berikut beberapa puisi Kahlil Gibran yang cukup fenomenal :




Pandangan Pertama

Itulah saat yang memisahkan aroma kehidupan dari kesedarannya

Itulah percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa

Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia

Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesadaran yang dilakukan malam,

Menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia dan menjadikan misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir

Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar, dewi cinta dari suatu tempat yang tinggi

Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati, perasaan memeliharanya,

Dan jiwa membawanya kepada buah-buahan

Pandangan pertama kekasih adalah seperti roh yang bergerak di permukan air mengalir menuju syurga dan bumi

Pandangan pertama dari sahabat kehidupan menggemakan kata-kata Tuhan, “Jadilah maka terjadilah ia”





Cinta yang Agung

Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya..

Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia..

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata, “ Aku turut berbahagia untukmu..”

Apabila cinta tidak berhasil

..Bebaskan dirimu..

Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi..

Ingatlah.. bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..

Tapi.. ketika cinta itu mati..

Kamu tidak perlu mati bersamanya..

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang.. MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh






Cinta

Mereka berkata tentang serigala dan tikus

Minum di sungai yang sama

Di mana singa melepas dahaga

Mereka berkata tentang helang dan hering

Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yang sama

Dan berdamai – di antara satu sama lain,

Dalam kehadiran bangkai-bangkai mati itu

Oh Cinta, yang tangan lembutnya mengekang keinginanku

Meluapkan rasa lapar dan dahaga akan marwah dan kebanggaan,

Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku

Memakan roti dan meminum anggur

Menggoda diriku yang lemah ini, Biarkan rasa lapar menggigitku,

Biarkan rasa haus membakarku, Biarkan aku mati dan binasa,

Biarkan kuangkat tanganku Untuk cangkir yang tidak kau isi,

Dan mangkuk yang tidak kau berkati.




Setiap kata dalam puisi yang diciptakan oleh Kahlil Gibran memiliki maknanya masing-masing yang membuat kita memahami lebih dalam isi puisi tersebut. Tidak ada puisi Kahlil Gibran yang tidak berhasil menyentuh pembaca setianya.

Artikel Terkait

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon